Haloo gan's, Gue balik lagi nih. Kali ini gue mau bahas tentang "JANGAN MENYERAH". Ya dari 2 kata tersebut, gue punya pengalaman yang cukup menarik buat di ceritain.
Gue pernah berada diposisi dimana gue berniat untuk mengakhiri hidup gue. Pada saat itu gue merasa udah merasa udah berbuat kesalahan yang sangat fatal, dimana gue udah mengecewakan banyak orang termasuk Orangtua dan seluruh keluarga gue.
Ceritanya begini, gue dulu pernah terjun dunia kelam nya anak malam. Dimana saat itu gue yang dalam kondisi labil terjun ke dunia malam.
Gue mulai tergoda dengan dunia itu saat teman gue menawarkan atau lebih tepatnya mengajak gue ke sebuah tempat dunia hiburan malam di kota tempat gue berasal, dan lebih bodohnya gue saat itu penasaran dan menyetujui ajakan tersebut. Dan mulai saat itu gue mulai ketagihan dengan yang nama nya dunia malam baik itu Seks Bebas, Narkotika, Miras, dan sebagainya.
Gak sampai disitu saja, sangkin gue penasaran nya sama dunia malam, gue sempat menjalani pekerjaan yang sangat hina yaitu Germo atau Mucikari yang orang banyak lebih tau itu gue adalah penjual anak perempuan ke Om-Om hidung belang. Awalnya gue sangat menikmati pekerjaan gue itu, hingga satu persatu masalah muncul secara berurutan menyerang gue.
Masalah pertama, gue ke grebek dengan 4 perempuan di satu kamar kost dan saat itu gue hampir di massa oleh warga terus harus berurusan dengan pihak berwajib. Untung saat itu gue udah lama gak mengkonsumsi narkotika jadi hukuman nya agak ringan hanya wajib lapor selama 1 bulan.
Masalah kedua, Salah satu perempuan yang gue jual positif terkena penyakit Sifilis dan Gejala awal AIDS. Yang jadi masalahnya, gue sering memakai perempuan itu jadi teman tidur gue. Gue takut banget kalau gue juga terkena penyakit itu. Benar saja, gue saat itu ikut terinfeksi Sifilis dan AIDS.
Masalah ketiga, setelah gue tau kalau gue terinfeksi penyakit mematikan gue depresi berat dan kembali memakai narkotika sebagai penenang gue. Dan yang jadi masalah sekarang yaitu, waktu itu gue udah gak lagi jual anak orang. Terus darimana gue dapat uangnya? Ya gue menghutang ke teman-teman gue bahkan gue menjual perhiasan Emas mama gue demi hanya bisa makai narkoba. Dan saat itu gue makin banyak dirundung masalah, salah satu nya banyak nya teman dan debt colector yang datang kerumah gue buat nagih utang gue..
Saat itu juga, gue sadar bahwa gue udah melakukan kesalahan fatal dan udah buat semua keluarga gue malu dengan tingkah laku gue yang bangsat. Dan saat itu gue sempat mengambil keputusan bahwa gue ini tidak ada lagi gunanya hidup di dunia ini. Dan lebih menyakitkan lagi itu saat gue tau kalau mama gue harus menjual harta satu-satunya yaitu sepetak tanah untuk melunasi semua utang-utang gue.
Dan gue saat itu udah mengambil keputusan terdodoh yang gue buat dan saat itu gue mau bunuh diri, dan untung nya bisa dicegah mama gue.
Sejak kejadian itu gue udah mulai berubah, sekarang barang haram itu udah gak gue pegang lagi dan memulai hidup dari awal lagi. Berat memang untuk berhenti, karena menurut pengalaman gue aja gue harus ngelawan kecanduan gue terhadap narkoba di salah satu rehabilitas selama hampir setahun. Disana gue udah seperti orang gila untuk melawan tidak memakai barang haram itu.
Satu hal saja yang gue ingat saat itu kenapa gue tetap semangat untuk berjuang tetap melawan narkotika itu, "Don't Give Up, kamu kuat dan kamu pasti bisa." Gue gak tau gue dapat kata kata itu darimana tapi itu lah yang menjadi pedoman gue untuk tetap berubah dan melawan kecanduan gue terhadap narkotika.
Jadi intinya gans, buat kalian yang saat ini terpuruk dan menganggap sudah tak berguna lagi, coba pikirkan deh apa yang lo dapat kalau lo menyerah? Tidak ada. Jadi jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam segi hal apapun, baik itu pekerjaan, pendidikan, dan ataupun cinta. Buat satu tujuan / objek / orang yang ingin lo capai dan hal itu yang menurut lo bisa membuat lo bersemangat lagi.
Oke, mungkin cuma itu aja yang bisa gue sampein. Semoga cerita gue barusan bisa buat lo termotivasi lagi dalam memperjuangkan masa depan lo semua. :)
Salam Hangat.

No comments:
Post a Comment